Sejarah

Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS)

Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS), adalah organisasi nirlaba yang menghimpun pencinta dan peminat seni untuk memayungi dan mengembangkan produk kerajinan dan mengembangkan usaha tersebut, serta berupaya meningkatkan kehidupan pelaku bisnisnya, yang sebagian merupakan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM). Kerajinan sebagai suatu perwujudan perpaduan ketrampilan untuk menciptakan suatu karya dan nilai keindahan, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu kebudayaan. Kerajinan tersebut tumbuh melalui proses waktu berabad-abad. Tumbuh kembang maupun laju kerajinan sebagai warisan yang turun temurun tergantung dari beberapa faktor. Di antara faktor-faktor yang berpengaruh adalah transformasi masyarakat yang disebabkan oleh teknologi yang semakin modern, minat dan penghargaan masyarakat terhadap barang kerajinan dan tetap mumpuninya para perajin itu sendiri, baik dalam menjaga mutu dan kreativitas maupun dalam penyediaan produk kerajinan secara berkelanjutan.

Industrialisasi sektor seni dan budaya kini menjadi tuntutan yang harus segera dilakukan oleh bangsa Indonesia. Apalagi, tahun 2015 mulai diberlakukannya era ASEAN Economic Community (AEC) yang sudah tentu ada perubahan mendasar dimana arus perdagangan menjadi terbuka. Seni budaya didalamnya adalah seni kerajian, sudah pasti juga menjadi prioritas yang harus turut diindustrialisasikan. Terkait kerajinan, sudah saatnya kini memikirkan bagaimana cara menjadi industrialisasi, bagimana cara memasarkan produk, dan bagaimana cara meningkatkan pendanaan. Menghadapi ASEAN Economic Community tahun depan, pelaku seni dan kerajinan harus siap sukses di negara sendiri. Jika ini kita lakukan, maka sejahteralah bangsa Indonesia. Inilah salah satu tugas Dewan Kerajinan Nasional ( Dekranas ) bagaimana bisa menjaring dan bersinergi dengan perajin untuk mencapai tujuan itu.
Industri kreatif saat ini berkembang pesat, hal ini karena dipercaya dapat memberikan

kontribusi bagi perekonomian negara. Indonesia pun mulai melihat bahwa berbagai subsektor dalam industri kreatif termasuk didalamnya adalah subsektor kerajinan sangat potensial untuk dikembangkan, karena bangsa Indonesia memiliki sumberdaya manusia serta sumberdaya alam yang sangat besar. Industri kreatif ini dipercayai dapat menjawab permasalahan yaitu relatif rendahnya pertumbuhan ekonomi pasca krisis, pengangguran, tingginya tingkat kemiskinan, dan rendahnya daya saing industri di Indonesia. Selain permasalahan tersebut, ekonomi kreatif ini juga diharapkan dapat menjawab tantangan seperti isu global warning karena arah pengembangan industri kreatif ini akan menuju pola industri ramah lingkungan. (Departemen Perdagangan RI,2008).

Di Indonesia industri kreatif sebagian besar menyentuh wirausaha kelompok mikro, kecil dan menengah (UMKM). Salah satu subsektor industri kreatif adalah subsektor kerajinan yang banyak berkembang di pelosok daerah yang merupakan potensi bagi pembangunan nasional. Dalam jangka panjang untuk mewujudkan visi Indonesian 2025 yaitu menjadi negara yang maju. Subsektor kerajinan dalam bentuk usaha kecil menengah ini memegang peranan penting dalam pembangunan nasional, baik dilihat dari segi kemampuan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat kecil dengan tingkat pendidikan dan modal yang terbatas, maupun kemampuan penyerapan tenaga kerja, mengatasi masalah kemiskinan, kemampuan menyediakan barang dan jasa dengan harga murah, serta merupakan salah satu komponen utama pengembangan ekonomi local. Secara umum UKM memberikan kontribusi yang signifikan kepada perekonomian nasional.
Sebagai gambaran, pada tahun 2000 tenaga kerja yang diserap industri rumah tangga (salah satu bagian dari usaha mikro sektor perindustrian) dan industri kecil mencapai 65,38% dari tenaga kerja yang diserap sektor perindustrian nasional. Pada tahun yang sama sumbangan usaha kecil terhadap total PDB mencapai 39,93% (BPS,2001).

Pentingnya peranan UKM dalam mengembangkan perekonomian nasional ditunjukkan
dengan ditetapkannya Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2008 tentang usaha kecil dan selanjutnya diikuti dengan peraturan pemerintah RI nomor 32 tahun 1998 tentang pembinaan dan pengembangan usaha kecil. Inti dari peraturan ini adalah adanya pengakuan dan upaya untuk memperdayakan UKM. Dalam PP tersebut disebutkan bahwa usaha kecil merupakan bagian integral dari perekonomian nasional yang mempunyai kedudukan, potensi, dan peranan yang penting dan strategis dalam mewujudkan pembangunan ekonomi nasional yang kokoh. Strategi yang tepat dalam mengembangkan usaha kecil menjadi permasalahan penting agar dapat menjadi usaha yang tangguh dan mandiri serta dapat berkembang dan menjadi usaha menengah.

Ramainya persaingan bisnis di sektor industri kerajinan tentunya mengisyaratkan perkembangan yang cukup positif dibidang industri tersebut. Geliat usaha yang ditunjukkan para pengrajin di penjuru nusantara menjadi salah satu pertanda bahwa bisnis kerajinan di Indonesia belakangan ini mulai menunjukan perkembangan yang cukup signifikan setiap tahunnya.
Tak hanya fokus membuat produk-produk baru yang bernilai seni tinggi, sekarang ini para pengrajin di Indonesia mulai aktif memasarkan kreasi produknya ke berbagai daerah untuk mendatangkan penjualan yang cukup besar setiap bulannya. Bahkan, sekarang ini tak hanya pasar lokal saja yang digarap para pelaku usaha, mereka juga mulai aktif memperkenalkan produk unggulannya ke pasar nasional serta mulai menjangkau pasar ekspor ke negara tetangga untuk menjajal peruntungan bisnisnya di kancah internasional.
Dalam semangat untuk mencapai optimalisasi itu semua maka Dekranasda Provinsi Lampung  akan aktif mengikuti kegiatan- kegiatan bersifat nasional yang akan memacu kreativitas para desainer lokal di Provinsi Lampung dalam meningkatkan nilai tambah produk fashionnya.

KUNJUNGAN MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KE GALERY DEKRANASDA PROVINSI LAMPUNG

Bandar Lampung,

Dekranasda Lampung Ambil Bagian di Acara Pembukaan Rakoorgub Se-Sumatera Tahun 2016

Bandar Lampung, 27 Juli 2016. Dekranasda Provinsi Lampung.

  • Ulang Tahun Dekranas ke 36
  • Ketua Dekranasda Provinsi Lampung bersama pengurus dan 8 Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota yang baru dilantik
  • Ketua Dekranas Pusat Didampingi Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Lampung melihat proses pembuatan tenun Lampung
  • Ketua Dekranas Pusat Didampingi Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Lampung melihat hasil kerajinan tenun Lampung
  • Dekranasda Lampung
  • Dekranasda Lampung
  • Dekranasda Lampung
  • Dekranasda Lampung